Search
  • Innovative Academy

Pitching dan Coaching Clinic dengan CEO GDP Labs

Berkolaborasi dengan GDP Venture, Innovative Academy memberikan akses kepada ahli dan membuka peluang kerjasama bagi para startup binaannya melalui Pitching dan Coaching Clinic.


Investor menjadi key partner bagi startup yang sedang berkembang di Indonesia. Tidak hanya memberikan dukungan secara material yang langsung berpengaruh terhadap laju perkembangan startup, investor dapat menjadi sekutu dalam berdiskusi perihal perubahan dan perkembangan yang ingin dicapai bersama kedepannya dan sesuai untuk permasalahan bangsa.


Innovative Academy, inkubator bagi startup yang memiliki fokus pada pemanfaatan teknologi sebagai solusi permasalahan sosial dan industri, bersama GDP Venture, pembangun venture yang berfokus pada komunitas digital, media, perdagangan, dan perusahaan solusi di industri internet konsumen Indonesia, berusaha memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan startup di Yogyakarta. Melalui Chief Technology Officer (CTO) GDP Venture yang sekaligus merupakan Chief Executive Officer (CEO) GDP Labs, On Lee, Innovative Academy dan GDP Venture mengadakan Pitching and Casual Talks Session. Sesi ini sekaligus menjadi sarana penjajakan kerjasama yang lebih dalam antar startup di bawah binaan Innovative Academy dan GDP Venture.


On Lee sendiri sebelumnya merupakan Direktur Microsoft Corporation selama lebih dari 8 tahun, dan menjabat hingga tahun 2001. Ia memiliki berbagai pengalaman sebagai developer di bidang teknologi, dan pada tahun 2004 hingga 2008 merupakan CEO sekaligus CTO dari situs forum komunitas maya terbesar di Indonesia, KASKUS.


Dalam sesi tersebut, delapan startup binaan dan mitra ekosistem Innovative Academy mempresentasikan bisnis yang dimiliki. Startup tersebut diantaranya;

  1. Andil, platform investasi dengan konsep patungan untuk pembangunan industri pengolahan hasil pertanian.

  2. Bantuternak, aplikasi investasi digital yang berfokus pada pemberdayaan peternak melalui penyaluran modal dan pendampingan peternak untuk meningkatkan kesejahteraan peternak Indonesia dan ketahanan pangan Indonesia terutama swasembada daging Indonesia.

  3. Clenovio, pengembang konten edukasi dengan teknologi imersif (augmented reality, virtual reality, mixed reality) yang saat ini juga sedang mengkombinasikan teknologi imersif dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan.

  4. Luminar, perseroan penyedia jasa layanan psikologi industri dan psikologi klinis.

  5. MechLab, startup yang bertujuan menjadi konektor transisi revolusi industri 4.0 sehingga pengembangan dapat dicapai dengan progresif dan transisi berjalan dengan lancar.

  6. Nusantera, perusahaan startup yang bergerak di bidang vendor dan konsultan membuat alat teknologi berbasis Internet-of-Things (IoT).

  7. Protokol, platform enkripsi tanda tangan digital (berbentuk protokol dan aplikasi) yang dapat digunakan untuk dua jenis dokumen fisik dan digital dan dapat menyimpan history tanda tangan.

  8. Yowis, pemandu wisata pintar yang dapat memantau dan memberi peringat dalam kondisi apapun.

Selain menyampaikan idenya dalam menyelesaikan permasalahan bangsa, para founder startup juga mendapatkan berbagai feedback untuk disesuaikan dengan kondisi industri digital saat ini. Saran tersebut menjadi pacuan bagi para pemilik startup untuk terus berinovasi, mengembangkan potensi untuk menyelesaikan permasalahan negeri.


Bapak On Lee dan Stefanie Suanita (CEO Catapa) berfoto bersama Dr. Hargo Utomo (Direktur Pengembangan Usaha & Inkubasi UGM), Sebastian Alex D. (Head of Program Innovative Academy UGM), dan perwakilan startup-startup Innovative Academy.

0 views

Innovative Academy

Universitas Gadjah Mada

Innovative Academy HUB
Jl. Bulaksumur H6, Universitas Gadjah Mada

(0274) 6492599

©2019 by Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi - Universitas Gadjah Mada